Xiaolongbao bukan camilan biasa. Ini adalah ujian keterampilan seluruh dapur dim sum: kulitnya harus setipis kertas sampai isinya terlihat, tetapi tetap kuat menahan kuah panas di dalam.
Makanan ini berasal dari Nanxiang dekat Shanghai sejak abad ke-19. Bedanya dengan bakpao biasa ada pada isian: bukan daging cincang kering, melainkan kaldu beku yang dicampur ke isian. Saat dikukus, kaldu meleleh menjadi cairan dan menciptakan efek “roti berkuah”.
Bahan untuk 24 buah
- 250 g daging babi giling dengan 20% lemak
- 150 ml kaldu ayam yang sudah dibekukan menjadi jeli
- 200 g tepung terigu protein sedang
- 100 ml air hangat 60 derajat
- 1 sdt jahe cincang, 2 sdm kecap asin, 1 sdm minyak wijen
Cara membuat
- Aduk daging dengan jahe, kecap, dan minyak wijen searah sampai lengket. Masukkan jeli kaldu yang dipotong dadu, aduk pelan, dinginkan 30 menit.
- Uleni tepung dengan air hangat, istirahatkan 20 menit, bagi menjadi bola 10 g, gilas bulat dengan tepi tipis.
- Bungkus isian, lipat dari tepi ke tengah, putar pelan hingga membentuk puncak.
- Kukus 6–7 menit dengan api besar, alasi kertas roti agar tidak lengket.
Tips agar kulit tidak pecah
Isian harus dingin saat dibungkus. Jika isian bersuhu ruang, jeli meleleh sebelum masuk kukusan dan kulit menjadi basah. Selain itu jangan menggilas terlalu tipis di bagian tengah: dasar harus sekitar 1,5 kali lebih tebal dari tepi.
Pertanyaan umum
Bagaimana cara makan yang benar?
Ambil dengan sendok, gigit lubang kecil di puncak, seruput kuahnya dulu, baru makan seluruhnya. Jangan langsung menggigit dua bagian karena kuah panas bisa menyemprot.
Kalau tidak ada jeli kaldu?
Anda bisa memakai kaldu pekat yang dimasak dengan kulit ayam lalu didinginkan semalam. Gelatin nabati juga bisa, tetapi kejernihannya kurang.